Indahnya Memakai Masker
Tak kusangka pandemi covid 19 berlangsung lama. Setidaknya sudah berjalan enam bulan lebih. Selama itu pula keseharian kita berubah. Beberapa ilmu pun semakin digali. Banyak hal yang tak pernah dibayangkan kini dilakukan. suka tidak suka, kita mulai terbiasa dengan kondisi ini.
Apakah yang Paling Mengganggu?
Imbas pandemi pada saat sekarang, mungkin tak sebesar apa yang dirasakan di awal-awal. Berbagai jeritan dan keluhan memenuhi berbagai siaran tv. Khususnya mengenai kehilangan pekerjaan dan susahnya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Banyak pihak meraung seperti singa kelaparan. Perlahan situasi berubah lebih menyenangkan. Segenap bantuan pun datang. Solidaritas semakin subur. Ini adalah salah satu hikmah. Alhamdulillah.
Gerakan Nasional di Rumah Aja
Bahasanya simpel. Di rumah aja. Tetapi untuk berdiam diri di rumah dalam jangka waktu cukup lama, tak sesederhana kedengarannya.
Tapi begitulah adanya. Saat adanya wabah, semua kegiatan berpusat hanya di rumah masing-masing. Mulai dari urusan pekerjaan, dan pendidikan, bahkan ibadah.
Berbagai pihak pun saling dukung dan berbagi arahan serta tips agar nyaman menghabiskan banyak waktu di rumah bersama keluarga.
Sebagian kita bahkan mengaku imbas lain adanya wabah covid 19 adalah mempererat hubungan antar anggota keluarga itu sendiri. Alhamdulillah.
Protokol Kesehatan dari Pemerintah
Hal kedua yang kita pelajari dari wabah ini adalah bagaimana membentengi diri dan keluarga masing-masing dari virus covid 19.
Berbagai ulasan mengenai sifat-sifat virus covid 19, cara penyebaran, lama masa hidupnya, perlahan tapi pasti berada dalam pengetahuan masyarakat luas.
Kemudian kita mengenal 3M: mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker dengan benar, dan menjaga jarak aman kalau terpaksa keluar rumah.
Adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar
Berjalannya waktu kian menunjukkan peningkatan angka kematian akibat virus covid 19. Hal ini menjadi sorotan satuan tugas penanganan covid 19 yang tersebar di setiap kota/propinsi.
Penanganan jenazah covid berbeda dengan pasien penyakit lain pada umumnya. Bagaimana cara dia dimakamkan bahkan pasien saja diharuskan mengisolasi diri.
Pemerintah menghimbau agar masyarakat membantu memutus rantai penyebaran virus dengan gerakan nasional di rumah aja, akhirnya diberlakukanlah yang namanya PSBB.
New Era Baru
Apakah new era baru? Ialah kondisi normal baru yang diberlakukan oleh pemerintah saat dirasakan volume penyebaran virus covid 19 di seluruh dunia menunjukkan anti klimaks atau penurunan.
Maka beberapa tempat penting diizinkan mulai dibuka kembali dengan tidak melupakan protokol kesehatan yang ada. Antara lain mesjid-mesjid dan beberapa tempat wisata out door.
Lalu dari kurun yang cukup lama ini, serta berbagai fakta di dalamnya, ada satu benang merah yaitu menelaah kembali syariat agama yang selama ini terabaikan dan terlupakan. Apakah itu? Yuk simak...
- Sering mencuci tangan, artinya menjaga kebersihan. Betapa kita diajarkan untuk menjaga wudhu. Wudhu artinya membasuh anggota-anggota sujud dari kotoran dan najis. Dengan sendirinya kita paham agama Islam jauh sebelum masehi sudah mengatur umatnya untuk menjaga kebersihan.
- Memakai masker, artinya menutup dari masuknya segala virus ke dalam saluran pernafasan. Sementara dalam agama Islam, mengenakan cadar berguna untuk menghindarkan syahwat dari yang bukan muhrim. Bayangkan jika seorang wanita dengan pipi yang mulus dan senyum yang indah, dapat memesona lawan jenis atau menimbulkan angan-angan syetan. Akan membahayakan wanita yang bersangkutan. Naudzubillah.
- Menjaga jarak, artinya mencegah sentuhan fisik yang mungkin dapat menghindarkan dari segala fitnah. Lazim masyarakat kita saling menyentuh, menepuk bahu, merangkul, bahkan berpelukan dengan yang bukan muhrim dan semua dianggap sudah biasa. Padahal sesungguhnya dapat memindahtempatkan apapun dari satu orang ke orang lainnya.
Tetapi itulah manusia. Dengan segala alasan dan keterbatasannya, sehingga datangnya wabah covid 19 , seolah mengabarkan bahwa ada yang salah dalam hidup kita dan perlu diperbaiki.
Sedikit rasa bahagia menelusup di sudut hati ini, saat keluar rumah dan menemukan masyarakat sadar masker meskipun alasannya karena takut terjangkit virus. Katakanlah ini alasan bersifat sementara.
![]() |
| Foto: asset-a.grid.id |
Semoga suatu hari nanti kita akan terbiasa dan menjadi lebih mudah mengajari diri sendiri untuk menutup sebagian wajah. Semoga kita mengerti bahwa virus tak akan datang kepada orang yang menjaga wudhu, yang dalam skala kecilnya berbentuk cuci tangan.
Setelah enam bulan berjalan, bukankah kita tak merasa aneh lagi keluar rumah dengan masker kain yang menutup sebagian wajah?
Apalagi sejak dicetuskan masker kain pun baik untuk digunakan, beberapa pihak mendapat banjir orderan dan menjadi berkah tersendiri untuk perekonomian keluarganya.
Hanya dengan menggunakan masker kain, kita juga dapat merasakan manfaatnya untuk kebersihan wajah. Pori-pori kulit wajah akan lebih terlindungi dari debu dan polusi di jalanan. Sedikit banyak dapat menjarakkan seringnya jerawat muncul. Melindungi kulit wajah dari terpaan langsung sinar matahari yang dapat mengakibatkan kulit menjadi kering, atau menimbulkan flek hitam di pipi.
Indahnya memakai masker.

Komentar
Posting Komentar